Kita Bukan Berada di Zona Nyaman, Kita Hanya Terjebak di Zona Malas

sumber gambar: Pexels


Oleh: Agus Saputra



Sangat menyenangkan menjadi manusia produktifsibuk menghasilkan sesuatu. Bukan sibuk-sibukan tak menentu.

***

Sebagai manusia, kita kerap kali berada dalam suatu fase di mana malas untuk melakukan apapun. Semacam kehilangan hasrat dan gairah untuk melakukan aktivitas. Mungkin, aku adalah salah satu orang yang sedang berada dalam fase tersebut.

Menyebalkan memang, banyak keinginan sedikit usaha. Hampir setiap waktu banyak terbuang percuma dengan berbaring di tempat tidur, sofa, maupun di depan televisi sembari melotot layar ponsel. Rasanya memang tidak ada aktivitas yang lebih menyenangkan selain rebahan.

Aku sulit menghilangkan rasa malas, mungkin ini semua juga karena didukung keadaan. Ya, bumi kita sedang dilanda pandemi C0V-19, dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diberlakukan. Aku hidup seolah bagai tahanan kota. Ah, tapi memang begitu adanya, malas ya malas. Begitulah aku, mengkambinghitamkan sesuatu atas setiap kegagalan ataupun ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Hadeuhh...

Akhir-akhir ini siklus hidupku mengalami banyak perubahan, seperti makhluk nokturnal yang beraktivitas di malam hari, dan terlelap di siang hari hingga senja. Mandi pun sudah seperti kebiasaan warga Vietnam, yaitu mandi satu kali sehari.

Sekarang aku merasa benar-benar terjebak di zona malas, ingin rasanya keluar dari zona ini, pergi sejauh mungkin, dan tak kembali lagi. Saat menuliskan tulisan ini, aku sedikit tersadar, mulai memikirkan cara untuk keluar dari zona ini, terus melakukan eksplorasi ke dalam pikiran, lalu kemudian berencana membenah diri.

Saat tengah berbaring di tempat tidur pula, aku menemukan sebuah video di channel YouTube Marry Riana dengan judul “Cara Menghilangkan Rasa Malas?”. Dari video singkat tersebut, ia jelaskan dua alasan utama mengapa orang-orang menjadi malas.

Pertama, orang-orang tidak bisa melihat Big Picture, yaitu tidak mempunyai tujuan dan tidak mengetahui manfaat dalam melakukan hal-hal yang bersifat sederhana. Kedua, orang-orang tidak memikirkan konsekuensi dari sikap malas yang ia lakukan. Kebiasaan menunda melakukan sesuatu juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produktifitas seseorang.

Setelah melihat video tersebut, rasanya memang identik dengan perilakuku akhir-akhir ini. Khususnya semenjak libur kuliah diberlakukan dan tak tau entah sampai kapan akan berakhir.

Zona malas dan dan zona nyaman menurutku adalah dua hal yang berdekatan, seringkali kita menyamarkan rasa malas dengan merasa nyaman, padahal tak cukup nyaman jika dalam kehidupan sehari-hari masih seiring berkeluh-kesah.

Aku jadi teringat kutipan dari Buya Hamka, seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia. Beliau pernah berkata, “Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.”

Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan pula betapa munafiknya kita yang membiarkan diri terjebak dalam zona malas, bahkan sampai lelah karena bermalas-malasan. Sayang rasanya membiarkan tubuh yang sehat tersia-siakan karena tidak melakukan apa-apa.

Beruntunglah kita sebagai manusia dianugerahi akal dan pikiran, yang menurutku adalah satu-satunya instrumen di dalam diri manusia yang tidak bisa dipenjarakan. Maka dari itu, gunakanlah pikiran sebaik mungkin, jangan membiarkan pikiran diperbudak tubuh yang malas. Tapi, jadikanlah pikiran sebagai pemerintah agar tubuh dapat melakukan hal-hal hebat dan bermanfaat.

Aku percaya setiap orang memiliki cara tersendiri dalam mengatasi rasa malas, tak melulu harus mengikuti teori tertentu dalam mengatasinya. Yang perlu dilakukakan hanyalah survive, melawan rasa malas, keluarlah dari zona tersebut, lakukan hal hebat, hidup hanya sekali maka jangan membuang waktu dengan bermalas-malasan, setelah baca ini bangunlah dari tempat tidur, buatlah rencana, bergeraklah, semangat!


***


Agus Saputra

Agus Saputra alias Agus Bulan Juli adalah seorang anak manusia yang terlahir dan identik dengan angka 7. Pemuda asli Riau dan kini berstatus sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Hukum. Senang melakukan kegiatan alam dan menyukai literasi. Saat ini sedang sibuk merangkai impian dan cita-cita. Untuk mengenalnya lebih dekat silahkan follow Instagramnya @agusbulanjuli dan Twitter @agussaputra_97.
Kita Bukan Berada di Zona Nyaman, Kita Hanya Terjebak di Zona Malas Kita Bukan Berada di Zona Nyaman, Kita Hanya Terjebak di Zona Malas Reviewed by Asique on Mei 28, 2020 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.